spot_img
spot_img
More
    BerandaBERITAGerak Cepat PPPK Kemendes 2026: Desa Binaan Jadi Ujung Tombak Program Nasional

    Gerak Cepat PPPK Kemendes 2026: Desa Binaan Jadi Ujung Tombak Program Nasional

    Instruksi Tegas: Jangan Ganggu Program, Kawal Sampai Tuntas

    Yandri Susanto memberi arahan langsung kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Tahun 2026. Ia meminta seluruh peserta terlibat aktif membangun desa melalui skema desa binaan.

    Ia menekankan satu hal penting. Pegawai harus mendukung program pemerintah, bukan menjadi penghambat.

    “Kita harus mendorong program pemerintah yang baik. Tolong ego sektoral dihilangkan, kita minimal mendukung pemerintah dengan cara kita sendiri jangan ikut merecoki,” ujarnya saat membuka orientasi PPPK 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

    Desa Binaan: Strategi Konkret Kawal Program

    Setiap Pegawai Punya Peran Nyata

    Konsep desa binaan menjadi strategi utama. Setiap PPPK diminta memilih desa untuk dibina. Pilihan bisa berdasarkan tempat lahir atau pertimbangan lain.

    Tujuannya jelas. Program pemerintah berjalan tepat sasaran dan tanpa hambatan.

    “Kita deklarasikan desa binaan Kemendes. Kita bina menggandeng para pihak, mengawal program yang sudah ada jadi tidak puyeng sendiri,” kata Yandri.

    Pendekatan ini membuat pegawai tidak bekerja sendiri. Mereka terhubung dengan berbagai pihak di lapangan.

    Desa Jadi Titik Akhir Semua Program

    Yandri menjelaskan, hampir semua program pemerintah bermuara di desa. Contohnya:

    • Makan Bergizi Gratis
    • Koperasi Desa Merah Putih
    • Penanganan stunting
    • Pengentasan kemiskinan

    Karena itu, peran pegawai Kemendes menjadi krusial. Mereka harus memastikan program berjalan sesuai rencana.

    Orientasi PPPK: Bekal Wajib Sebelum Turun ke Lapangan

    Pahami Lembaga Sendiri

    Yandri meminta peserta serius mengikuti orientasi. Ia tidak ingin ada pegawai yang tidak memahami tugas dan fungsi kementerian.

    “Orientasi ini harus sungguh-sungguh jangan sampai nggak paham sama rumah sendiri,” tegasnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan Kemendes bergantung pada kinerja pegawai. Tugas yang dihadapi bukan skala kecil, tetapi seluruh Indonesia.

    Materi Fokus pada Struktur dan Etika

    Orientasi membahas dua hal utama:

    • Pengenalan organisasi kementerian
    • Nilai dan etika instansi pemerintah

    Dari materi ini, peserta diharapkan siap bekerja sesuai aturan dan memahami struktur kerja.

    492 Peserta Siap Dikerahkan

    Gabungan Dua Angkatan

    Sebanyak 492 peserta mengikuti orientasi. Mereka berasal dari:

    • PPPK angkatan 2024
    • PPPK angkatan 2025

    Kegiatan berlangsung secara daring dan luring.

    Didampingi Pimpinan Kementerian

    Sejumlah pejabat hadir dalam pembukaan, antara lain:

    • Sekjen Taufik Madjid
    • Kepala BPSDM Agustomi Masik
    • Kepala BPI Mulyadin
    • Irjen Masyhudi

    Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas PPPK.

    Target Akhir: Tidak Ada Desa Tertinggal

    SDM Jadi Kunci

    Yandri menegaskan, tujuan besar dari langkah ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Ia ingin tidak ada lagi desa berstatus tertinggal.

    Peran PPPK menjadi penentu. Mereka berada di garis depan. Mereka yang memastikan program benar-benar sampai ke masyarakat.

    Pertanyaannya Sekarang

    Jika setiap pegawai mengawal satu desa, seberapa cepat perubahan bisa terjadi?

    Jawabannya bergantung pada satu hal. Konsistensi kerja di lapangan.

    BERITA TERBARU

    Iklan

    Iklan

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Must Read

    DUKCAPIL

    Related News